
Yup, betul judul di atas adalah judul sebuah film yang diadaptasi dari cerpen karya asma nadia. Saya bukannya mau mereview film tersebut. Jika ingin memmbaca reviewnya silahkan klik disini atau klik ini. Film ini direkomendasikan seorang teman. Katanya bagus, lebih bagus dari film 2012. Dari segi cerita sih iya.
Hmm abis nonton film ini bikin saya mikir : selama ini ketika saya punya uang 5 juta rupiah, apa yang terlintas dipikiran saya? gak sedikitpun ada niat buat nabung haji. Sedangkan emak yang tokoh utama film itu, dengan sabar mengumpulkan uang hasil jerih payahnya menjual kue apem, selama lima tahun, akhirnya terkumpul 5 juta rupiah, dengan niat tulus dan ikhlas, semata-mata karena kerinduannya memenuhi panggilan Allah : Menunaikan Ibadah Haji. Walaupun akhirnya hasil jerih payahnya itu harus dia relakan demi biaya operasi hernia cucunya. Tapi niatnya pergi haji begitu kuat.
Balik lagi dengan saya atau mungkin kita? ketika punya duit 5 juta rupiah apa yang terpikirkan oleh saya atau kita? Ganti Handphone mungkin? Liburan? menabung untuk uang muka beli mobil? dan hal-hal lain, yang sama sekali bukan niat untuk memenuhi panggilan Allah, SWT yang suci : Ibadah Haji.
Sering alasan : belum ada panggilan menjadi alasan utama untuk tidak memulai menabung haji. Padahal bagaimana mungkin ada panggilan kalo niatan saja gak punya?
Bener-bener deh tuh film bikin hati tergugah, untuk memenuhi panggilanNya, untuk menyambut panggilanNya dengan Lafadz : Labbaikkallaahumma labbaik...
Semoga, saya dan anda mau memulai untuk menyisihkan sedikit demi sedikit dari penghasilan sebulan untuk memenuhi panggilanNya. Semoga kita gak melulu menabung untuk orientasi dunia, tapi juga akhirat. Yah, Semoga.
"Emak Ingin Naik Haji"
Posted by ANG Monday, 23 November 2009 at 14:04
1 comments Labels: my opinion Links to this post
Akan Kemana Indonesiaku?
Posted by ANG Thursday, 5 November 2009 at 08:57

Saya baru saja membaca berita-berita tentang kebebasan Anggodo. What?! Anggodo bebas? Menurut pihak kepolisian tidak ada cukup bukti untuk menahan Anggodo. Wew, sebagai orang awam, saya jadi bertanya-tanya apakah bukti rekaman percakapan itu bukan sebuah bukti yang kuat akan adanya sebuah kejahatan terencana? Bukankah Bibit-Chandra ditahan pada saat belum ada bukti yang cukup???
Apakah emang sudah tidak ada keadilan di negeri ini? Apakah yang menang adalah yang punya harta dan kekuasaan? Bisakah kita percaya lagi pada kedua lembaga negara kita tercinta KEPOLISIAN dan KEJAKSAAN, yang notabene adalah institusi yang HARUSNYA menegakkan keadilan? Akan kemana Indonesiaku?
Semoga kasus ini selesai dengan Happy Ending. Kebenaran lah yang menang. Siapapun mereka, entah itu Bibit-Chandra, entah itu Anggodo. Semoga diluar sana, di kedua institusi itu masih ada orang-orang yang mau membela kebenaran dan keadilan.
4 comments Labels: my opinion Links to this post
It's Inspiring me...
Posted by ANG Thursday, 27 August 2009 at 09:51
"Kebahagiaan tetaplah rahasia Ilahi, meskipun sejuta manusia menggapai langit dan menggali bumi. Kebahagiaan sejati hanya dilandasi keyakinan akan takdir sehingga menjunjung manusia kearah ketabahan, kepasrahan, keteduhan hati dan keikhlasan, bak mutiara terpendam yang menyorotkan cahaya pasrah, menyambut keridhaan Ilahi."
Kalimat ini saya copas dari artikel yang dikirimkan seorang teman. Yeah, it just inspiring me. Kalimat sederhana tapi dalem maknanya dan truly sulit untuk merealisasikannya. Kita sering banget kan protes ketika kenyataan tidak sesuai keinginan kita. Ketika kita merasa benar tapi yang terjadi malah sebaliknya. Hmm, bukankah setiap peristiwa pasti ada hikmahnya? Tapi kenapa masih sering sulit menerima kenyataan???
Hmm...ikhlas...must have digali terus nih dari dalam diri...
7 comments Labels: Other Links to this post
Menjelang Ramadhan
Posted by ANG Friday, 21 August 2009 at 09:35
Gak kerasa ya, menjelang Ramadhan lagi. Alhamdulillaah deh masih dikasih umur panjang, bisa ketemu Ramadhan lagi, bulan yang penuh berkah, bulan penuh pengampunan. Allah, SWT memang Maha Bijaksana ya...Dia Maha Tahu kalo manusia itu gudangnya dosa dan khilaf, makanya Dia memberikan satu bulan bonus pencucian segala dosa. Bagi yang mau menjadi orang-orang yang bertaqwa, ayo, manfaatkan Ramadhan ini, tingkatkan ibadah, semangat! Raih segala keberkahan dan keutamaan di bulan Ramadhan ini.
Menjelang Ramadhan, sms bernuansa Ramadhan mulai mengisi inbox HP. Di kantor, messenger Ramadhan pun gak henti-hentinya tampil di layar monitor. Nah ini dia nih sebagian sms n messenger yang masuk (saya kasih tiga aja ya..:))
"Tiada kata seindah Dzikrullah, Tiada senandung seindah Tilawah Qur'an, Tiada bulan seindah Ramadhan, Tiada kemuliaan seindah Memaafkan, Bersama ramadhan kita dekatkan diri kepada Allah, agar hidup mendapat berkah. Mohon Maaf Lahir dan Batin..."
"Ramadhan adalah lentera..
>Kuingin membuka tabirnya dengan maaf
>agar ia menembus jendela fitri
>dari tiap helai khilaf......
>Mohon maaf lahir bathin atas segala khilaf.....
>Selamat berpuasa
>dibulan penuh makna......"
"Jika harta adalah RACUN maka ZAKAT-lah penawarnya
Jika USIA Penuh dosa maka TAUBAT lah obatnya
Jika seluruh bulan penuh dengan NODA, maka Ramadhan lah PEMUTIH nya
Ahlan Wa Sahlan Ya Ramadhan
Selamat datang wahai bulan yang penuh keberkahan.
Mohon Maaf Lahir dan Batin"
Ucapan ini saya tujukan juga buat semua yang sobat blogger. (Bagi yang mau copy paste..silahkan...)
Oia, target Ramadhan saya kali ini adalah : Khatam Al-Qur'an (harus, musti, wajib!). Tarwih gak bolong, Sholat Sunnah makin diperbanyak, Dzikir juga, STOP gosip STOP nyela STOP Ghibah...pokoknya Ramadhan ini harus lebih baik dari Ramadhan tahun kemarin. Aamiiin...
Marhaban YA Ramadhan...
1 comments Labels: My Days Links to this post
