
Setelah membaca sebuah postingan di blog seseorang, aku jadi terinspirasi menulis ini. Aku ingat saat-saat pertama masuk ke dunia kerja. Waktu itu umurku masih…ehm…19 tahun karena begitu lulus Program D1 milik pemerintah, aku langsung terjun ke dunia pegawai.
Kebayang gak sih? Di saat sebayaku sedang menikmati dunia kuliah : bertatap muka dengan dosen, berkutat dengan tugas kuliah yang setumpuk, wara-wiri ke perpustakaan, nongkrong sehabis kuliah, menengadahkan tangan sama ortu (hehehe piss anak kuliah), ngecengin senior cakep, nguber-nguber junior yang imut, ikut organisasi kampus, bikin geng kampus, dll, (dunia kuliah di awal 20an yang gak pernah aku rasakan), aku malah melakukan
“daily activities” datang jam 8 pagi pulang jam 5 sore.
Menerima perintah dari siapapun yang merasa berhak memerintah, melakukan tugas dan tanggung jawab harian, berkutat dengan surat-surat, bergaul dengan orang yang kebanyakan jauh lebih dewasa, bukan dengan sebaya yang bisa diajak “gila”, lembur di hari sabtu ketika pekerjaan tidak bisa diselesaikan di hari-hari biasa, dimintai duit ketika kemenakan2 datang bertandang ke rumah (orang tuanya gak ketinggalan…hehehe) etc.
Belum lagi menghadapi orang-orang yang lebih dewasa yang harus dihormati, yang gak mau disaingi sama anak bawang. Kebetulan pas di awal masuk kerja, big bossku baik banget. Aku dan beberapa teman senior lulusan D1, sering di ajak jalan-jalan ma boss. Entah itu sarapan, makan siang, etc. Kami juga sering diajak pulang bareng. Gak diantar pulang sih paling nebeng sampai ditempat angkot. Boleh dibilang, kalo ada apa-apa dikit-dikit kami, sikit-sikit kami. Hal itulah yang bikin iri orang-orang yang lebih dulu ada di kantor itu dan lebih dulu akrab dengan si boss. Setiap kali kami habis keluar ma boss (rame-rame nih) “mereka” yang gak diajak, akan ngeliatin kami dengan tatapan :”hhh…I wanna kill u…!” (hehehe lebay…). Duh, beban, bo!
Kemarin aku dan temanku sempat ngobrol juga, dia bilang dari segi psikologis, emang D1 kurang bagus, soalnya banyak yang belum siap dengan dunia kerja. Katanya sih…itu sebabnya D1 diinstansiku akan dihilangkan (katanya….gak tau ya, benar atau gaknya) yang ada D III.
Dan ternyata dia juga begitu awal masuk kerja, ketika teman-teman SMUnya, saban sabtu ngajakin dia nongkrong, dia harus terjebak dalam lembur panjang, sampai-sampai dia nangis karena gak bisa ikutan gaul ma teman-temannya waktu itu, hehehe.
Mungkin masih mending bagi yang setelah lulus penempatannya di kampung halaman. Gimana dengan yang penempatannya diluar kampung halaman, diluar pulau, di luar propinsi? Pasti adaptasi dan bebannya lebih gede lagi.
Tapi…semua ada hikmahnya kok. Sekarang ketika aku dah merasa mapan dari segi ekonomi (rasanya sih…), ketika aku dah enjoy dan cinta sama my daily activities, teman-teman seangkatanku di SMU, masih banyak yang sibuk nyari kerja. Bahkan baru-baru ini aku ketemu temanku di SMU dulu, dia bilang dia masih nabung buat daftar jadi PNS (di luar propinsiku lagi). Sedangkan aku? Dah tahunan jadi pegawai hehehe.
Yep, that’s the way God lead our life. In different way…I Think.